Kemudian ada juga Pos VI di Pelabuhan Sofifi sebanyak 28 personil, dan mobile sebanyak 20 personil,” tambahnya.
Adapun potensi titik-titik kerawanan yang dipaparkan Yury, antara lain, untuk lalu lintas darat, dimana terjadi kepadatan lalu lintas di Pulau Tidore jalur depan dan belakang terminal dari terminal Rum menuju Tugulufa, lokasi penyelenggaran Hari Nusantara sehingga rawan kecelakaan.
Misalnya, ada jalur transportasi laut
Kepadatan jalur transportasi laut melalui pelabuhan, yakni di Pelabuhan Speedboat Rum, Pelabuhan Ferry Rum, Pelabuhan Speedboat Goto, Pelabuhan Speedboat Sofifi, dan Pelabuhan Speedboat Loleo.
Demi menjaga aktifitas dengan lancar dalam pelaksanaan Hari Nusantara, ada titik kerawanan perkelahian antar kelompok akibat pengaruh minuman keras karena kebiasan konsumsi minuman keras oleh masyarakat Maluku Utara, dan rawan pencurian kendaraan bermotor karena kebiasan masyarakat parkir tidak teratur.
“Ditambah juga dengan perubahan iklim yang tidak menentu, serta unjuk rasa penolakan kedatangan presiden, semua sudah kami persiapkan,” pungkasnya. (Mansyur Armain)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









