Peristiwa itu berawal di saat korban dan pelaku menghadiri undangan kerja masjid Desa Kulgowa. Di lokasi, yang bercekcok itu antara pemuda Desa Rumeun dan Desa Aran.
Dua kelompok tersebut saling adu jotos, namun korban tak terlibat dalam peristiwa itu. Sebab, korban sendiri berasal dari desa lain yaitu Desa Bas.
Usai dari kejadian di Desa Kulgowa, korban ditampar di Pelabuhan Ondor saat mengambil kiriman di atas kapal. Korban ditampar akibat pelaku mengira, korban juga termasuk pemuda Desa Aran.
Tak terima, dua hari setelahnya, korban sempat adu mulut saat pemuda Desa Rumeun bepergian di wisata pulau Owan.
Korban dan teman-temannya menanyakan pelaku atas peristiwa di Pelabuhan Ondor. Setelah dari situ, akhirnya korban dikroyok di SPBU Desa Day. (Iswandi Kelilauw)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









