Postscriptum Branding Ternate: Ketika Kota Rempah Harus Berbuah

oleh -82 Dilihat

Lebih baik bagi petani.

Lebih baik bagi pelaku UMKM.

Lebih baik bagi anak muda.

Lebih baik bagi pelaku pariwisata.

Lebih baik bagi lingkungan.

Dan pada akhirnya, lebih baik bagi seluruh warga kota.

Kita tidak membutuhkan branding yang sekadar membuat Ternate tampak indah dari luar. Kita membutuhkan branding yang membuat warga Ternate merasa memiliki masa depan di kotanya sendiri.

Sebab pada akhirnya, kota tidak dibangun oleh slogan. Kota dibangun oleh keputusan-keputusan yang konsisten.

Rempah adalah sejarah Ternate. Tetapi sejarah tidak boleh menjadi museum yang hanya kita kunjungi ketika ingin mengenang masa lalu.

Ia harus menjadi benih.

Dan benih hanya memiliki arti ketika ditanam, dirawat, tumbuh, lalu berbuah.

Baca Juga  Bupati Halmahera Barat Tinjau Tiga Lokus Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Maka, Postscriptum untuk branding Ternate barangkali sederhana: jangan berhenti pada cerita tentang Kota Rempah. Buatlah rempah benar-benar berbuah menjadi kesejahteraan.

Jika belum, mungkin benar—kita masih terlalu banyak bercerita, sementara secara konkret kita belum melakukan apa-apa. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.