Boluarte mulai menjabat pada Rabu (7/12/2022) setelah Castillo dipecat Kongres dan kemudian ditangkap atas tuduhan pemberontakan. Castillo berusaha membubarkan badan legislatif untuk mencegah pemungutan suara pemakzulannya.
Pengacara Castillo membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut penahanan mantan presiden itu ilegal dan sewenang-wenang. Pengacara juga telah meminta suaka di Meksiko.
“Otoritas Meksiko dan Peru sedang berkonsultasi mengenai permintaan tersebut,” kata menteri luar negeri Meksiko pada Kamis setelah penahanannya.
Para pengunjuk rasa kini menuntut penutupan Kongres, Massa yang marah juga menuntut negara mengadakan pemilihan yang demokratis ketimbang mengakui Boluarte dan mengizinkannya menyelesaikan masa jabatan Castillo. Mereka juga menuntut agar konstitusi baru disusun.
Tayangan televisi lokal menunjukkan demonstrasi di beberapa kota dan blokade di bagian jalan raya utama di sepanjang pantai Peru sekitar 300 kilometer selatan ibu kota Lima. Beberapa agen transportasi melaporkan bahwa mereka membatasi layanan untuk melindungi penumpang.
Boluarte pada Sabtu menulis di Twitter bahwa bentrokan pada Jumat malam antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan melukai delapan orang, empat di antaranya adalah petugas polisi dan tujuh orang telah ditangkap. Pada Jumat, Boluarte mengatakan dia bersedia untuk membahas pemilihan awal, tetapi mengesampingkan untuk memulai perubahan konstitusi untuk saat ini.




