“Semua orang mengira orang China takut untuk keluar dan menggelar protes, mereka mengira bahwa kami tidak punya keberanian,” kata seorang pengunjuk rasa yang berbicara dengan syarat anonim.
Pengunjuk rasa itu mengatakan, ini adalah pertama kalinya dia berdemonstrasi. “Sebenarnya dalam hati saya, saya juga memikirkan hal ini. Tetapi ketika saya pergi ke sana, saya menemukan bahwa lingkungannya sedemikian rupa sehingga setiap orang sangat berani,” ujarnya.
Awalnya aksi protes berjalan damai. Namun sekitar jam 3 pagi, protes berubah menjadi kekerasan. Polisi mulai mengepung para pengunjuk rasa dan membubarkan kelompok pertama yang lebih aktif, sebelum pengunjuk rasa gelombang kedua datang. Seorang pengunjuk rasa yang hanya mengidentifikasi dirinya sebagai Zhao mengatakan, salah satu temannya dipukuli oleh polisi dan dua teman lainnya disemprot merica.
Zhao mengatakan, polisi menginjak kakinya ketika dia mencoba menghentikan mereka membawa temannya pergi. Dia kehilangan sepatunya dan meninggalkan protes tanpa alas kaki. Zhao mengatakan pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan termasuk, “(Kami) tidak menginginkan PCR (tes), tetapi menginginkan kebebasan”.




