Lee juga mencatat bahwa insiden tersebut melibatkan mayat, bukan orang yang masih hidup. Dia menekankan bahwa hukum humaniter internasional harus ditegakkan dalam semua keadaan dan martabat manusia harus dijaga sebagai nilai utama yang tidak dapat dinegosiasikan.
Reaksi Rezim Zionis Israel
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel kesal dengan penyebaran video dan pernyataan Presiden Lee. Kementerian itu mengatakan bahwa insiden tersebut telah diselidiki dan ditangani.
Kementerian itu, seperti dikutip dariRoya News, Minggu (12/4/2026), menuduh pemimpin Korea Selatan menyebarkan narasi palsu dan mengatakan akun yang dirujuk oleh Lee dikenal menyebarkan disinformasi tentang Israel.
Lebih lanjut, kementerian tersebut mengatakan Lee telah menghidupkan kembali kasus yang sudah usang dan menyajikannya sebagai peristiwa terkini, yang meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak.
Sedangkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berupaya meredam dampak negatifnya, menekankan bahwa komentar Lee dimaksudkan sebagai pernyataan yang lebih luas tentang HAM universal daripada tuduhan langsung terhadap Israel.
Para pejabat di Seoul menekankan posisi seimbang Korea Selatan secara tradisional dalam konflik Timur Tengah dan aliansinya dengan Amerika Serikat, mitra internasional utama Israel.









