Dievakuasi Warga, Polisi Lakukan Olah TKP
Korban kemudian diturunkan oleh warga dengan memotong tali menggunakan parang, sebelum dievakuasi ke dalam rumah terdekat. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kegiatan tersebut melibatkan Satuan Reserse Kriminal, Piket Identifikasi, Piket Sat Samapta yang dipimpin Kasat Samapta AKP Jalil A. Esa, serta tim medis dari RS Bhayangkara.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh dokter RS Bhayangkara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan lebam mayat di bagian belakang tubuh dan leher.
Selain itu, di lokasi kejadian ditemukan tali jemuran berwarna hijau sepanjang kurang lebih 126 cm yang digunakan korban, dengan simpul hidup. Jarak antara titik ikat pada pohon dengan tanah sekitar 260 cm, sementara tinggi badan korban sekitar 161 cm.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi di Polsek Ternate Selatan.
Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, memeriksa saksi, hingga memasang garis polisi di sekitar TKP.
Hingga kini, motif di balik dugaan bunuh diri tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Ternate.











