Melalui kerja sama tersebut, BMKG juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UNHENA untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, maupun pengembangan kompetensi di lingkungan BMKG.
Ruang kolaborasi itu diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenal lebih dekat penerapan teknologi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.
Bagi bidang kehutanan, pemanfaatan data tersebut dinilai relevan untuk mendukung kajian mengenai kondisi lingkungan, dinamika iklim, hingga berbagai fenomena alam yang dapat memengaruhi ekosistem hutan.
UNHENA Dorong Riset Kehutanan Lebih Aplikatif
Sementara itu, Ketua Program Studi Kehutanan UNHENA, Edom Bayau, menyambut baik kerja sama dengan BMKG Gamarmalamo tersebut.
Ia menilai informasi meteorologi dan klimatologi memiliki keterkaitan erat dengan bidang kehutanan, terutama dalam kajian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, serta isu perubahan iklim.
“Kolaborasi dengan BMKG menjadi peluang bagi Prodi Kehutanan UNHENA untuk mengembangkan kegiatan pendidikan dan penelitian yang lebih aplikatif. Mahasiswa diharapkan dapat memahami secara langsung bagaimana teknologi dan data BMKG dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Edom.











