Kehadiran para peserta dari berbagai sektor ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan keanekaragaman hayati di Maluku Utara.
Dr. Andy, juga mengungkapkan bahwa FGD ini merupakan bagian dari upaya lebih besar dalam merumuskan strategi pengelolaan keanekaragaman hayati yang akan diintegrasikan ke dalam rencana aksi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami juga membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di Maluku Utara, serta merumuskan kebijakan dan strategi yang akan diterapkan di tingkat lokal,” tambahnya.
Selain itu, Dr. Andy menyoroti pentingnya menjaga flora dan fauna endemik Maluku Utara sebagai langkah pencegahan terhadap bencana alam.
“Dengan melestarikan keanekaragaman hayati, kita tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang,” tutupnya.
Acara ini diharapkan dapat menjadi pemicu kolaborasi yang lebih intensif antara berbagai pihak dalam menjaga dan mengelola keanekaragaman hayati di Provinsi Maluku Utara. (Amirudin Irsad)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News












