Lanjut dikatakan, upaya yang dilakukan untuk merestorasi ekosistem Lamun adalah dengan melakukan transplantasi Lamun. Secara garis besar metode transplantasi Lamun di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu transplantasi Lamun tanpa jangkar dan metode transplantasi Lamun dengan menggunakan jangkar
Rosmawati menjelaskan, Desa Waai adalah salah satu wilayah perairan pesisir dimana didalamnya terdapat komunitas Lamun, salah satunya dalah jenis Enhalus acoroides yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi bagi masyarakat setemopat sebagai pengguna wilayah tersebut.
Enhalus acoroides adalah salah satu jenis Lamun yang memiliki produktivitas tinggi, sebagai habitat berbagai jenis ikan, crustacea dan molusca, dimana diantaranya bernilai ekonomis penting serta berperan mencegah erosi pantai dan sebagai pendaur unsure hara.
“Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah tentang biologi populasi Lamun Enhalus acoroides yang ditransplantasi dengan menggunakan metode polybag, metode TERFS dan metode turf TERFS modification di perairan pantai Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah yang berpotensi digunakan sebagai upaya restorasi padang Lamun khususnya di kawasan perairan pantai Desa Waai dan di kawasan Timur Indonesia pada umumnya”, harapnya.










