Puasa dan Tafakur

oleh -743 views

Burung dan cacing menjadi ibrah—pelajaran tentang konsistensi dan istiqamah dalam menjalani kehidupan.

Karakter Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebut manusia dengan beberapa istilah: basyar, ins, insân, dan nâs. Setiap istilah menggambarkan dimensi yang berbeda.

Kata basyar merujuk pada aspek fisik-biologis manusia. Dalam konteks ini, manusia dipandang sebagai makhluk jasmani yang berasal dari tanah. Karena itulah Iblis menolak bersujud kepada Adam. Ia berkata, “Aku tidak akan sujud kepada basyar yang Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-Hijr: 33).

Penolakan itu juga ditegaskan dalam firman Allah: “Kecuali Iblis, ia dari golongan jin dan mendurhakai perintah Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 50). Iblis merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, sementara manusia dari tanah (QS. Shad: 76).

Istilah basyar juga menegaskan kerentanan manusia, termasuk bahwa tubuh ini akan binasa. “Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, (ia) membakar kulit manusia.” (QS. Al-Muddatstsir: 27–29).

Baca Juga  HUT ke-75 IBI, Stella Tegaskan Peran Bidan Garda Terdepan Selamatkan Ibu dan Anak

Sementara itu, kata ins dan insân menggambarkan dimensi psikis dan spiritual manusia. Dalam diri manusia terdapat potensi kebaikan sekaligus pembangkangan. Karena itu, Al-Qur’an sering memperhadapkan manusia dengan jin: “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

No More Posts Available.

No more pages to load.