Pulang

oleh -244 views

Ibu menaruh ikan yang telah bersih dari duri di piringku.
“Terima kasih, Bu.”
“Kalau makan, jangan sambil melamun.”
“Pengen disuapin ibu.” ucapku tersenyum simpul.
“Iya. Sudah lama ibu tidak menyuapi kami.” kata Aisya. Dia paling berani mewakili suara hati kami.
“Karena hari ini terlanjur makan sendiri-sendiri, lain kali saja.” ujar ibu.

Ibu membereskan sisa makan malam. Kami belum beranjak dari duduk.
“Kalian tidak apa-apa kalau lebaran tahun ini tidak pulang kampung?”
“Kenapa, Bu?” tanya Alena spontan. Kemarin dia sempat cerita rencana lebarannya di kampung halaman. Pasti dia merasa kecewa.
“Keuangan kita sepertinya tidak mengizinkan. Belum lagi pesanan peyek yang sudah antri. Ibu janji liburan akhir pelajaran kita pulang. Bagaimana?”
“Saya setuju saja, Bu. Toh kita bisa video call,” kataku menenangkan ibu meskipun sebenarnya perlahan aku menghapus rencana lebaran di kampung. Keuangan ibu pasti pas-pasan. Ibu juga membeli beberapa perabot rumah.
“Bener, ya, Bu! Kita pulang pas liburan akhir ajaran,” ucap Aisya.
“InsyaAllah. Doakan ibu nggak ada kegiatan di sekolah, ” jawab ibu.
“Yaa ibu.” serentak Alena dan Aisya bergumam lirih.
Ibu tersenyum simpul melihat mereka berdua. Begitulah ibu. Tidak memaksa tapi mencoba membuat kami mengerti. Akhirnya kami pasrah dengan keputusannya. Aku tersenyum membuka buku pelajaranku. Ada pekerjaan rumah yang belum kuselesaikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.