Ketersediaan data yang berkualitas, kata dia, akan membuat kegiatan eksplorasi lebih efisien sekaligus membuka peluang peningkatan produksi migas secara berkelanjutan.
Ketiga, mempercepat sinkronisasi birokrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, percepatan implementasi kebijakan, serta penghapusan berbagai hambatan regulasi yang selama ini dinilai menjadi salah satu persoalan dalam menarik investasi.
“Salah satu yang sudah dibuat adalah Satgas Ketahanan Energi dan Hilirisasi. Ketuanya Pak Menteri Bahlil dan wakil ketuanya ada sembilan menteri,” ujar Kiat saat memberikan kuliah umum di Politeknik Negeri Ambon.
Menurutnya, keberadaan satgas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam mempercepat investasi dan menjaga ketahanan energi nasional.
Sebelum dilantik definitif, Kiat juga telah mendapat mandat menangani sejumlah kajian strategis terkait ketahanan energi nasional, termasuk isu rencana impor minyak mentah dari Rusia sebagai salah satu alternatif menjaga pasokan energi.
Penugasan tersebut selaras dengan pengalaman akademik dan profesionalnya selama berada di Rusia.
Kini, dengan posisi barunya sebagai Kepala Lemigas, Kiat menghadapi tantangan yang lebih besar.









