Dohar menggambarkan dirinya sebagai kekuatan yang lebih netral di negara yang terpecah dalam beberapa faksi. Arab Saudi telah lama mendukung faksi Muslim Sunni Lebanon dan mencoba mendorong keluar pengaruh Iran dengan keberadaan Hizbullah Syiah. Persaingan tersebut berulang kali mendorong Lebanon ke jurang konflik bersenjata.
Qatar yang memiliki hubungan baik dengan Iran telah berusaha memajukan negosiasi antara Iran dan negara-negara Teluk. Profesor dan Direktur Hagop Kevorkian Center for Near Eastern Studies di New York University Mohamad Bazzi menyatakan, keberadaan Doha menunjukan Teheran tidak ditinggalkan dalam pembicaraan.
“Dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya yang kurang terlibat di Lebanon, Qatar berusaha untuk menghidupkan kembali peran mediatornya di negara tersebut,” katanya.
Tapi, menurut Bazzi, salah satu negara terkaya di dunia dengan kekayaan gas alamnya itu sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda bersedia menyelamatkan Lebanon sendirian. Qatar tetap butuh pengaruh dari negara lain melihat kondisi Lebanon yang tidak stabil.
sumber : AP










