Rakyat Su Nanaku

oleh -336 views

Oligarkisme menjadi monster yang menyatroni sumberdaya alam dan sumberdaya politik rakyat untuk kepentingan kelompoknya saja. Demokrasi hanya bisa dibeli dengan menggelontorkan sejumlah uang, demikian Aspinall dan Barenschot (2019) ketika melihat praktek demokrasi di Indonesia. Masalah partisipasi politik tidak begitu penting. Yang terpenting adalah kalkulasi donasi. Mereka memobilisasi aspirasi klien untuk melayani kepentingan figur tertentu di atasnya. Daerah-daerah menjadi bagian korporatisme negara yang mengandalkan patron-klien. Dalam konteks politik lokal di Bomberay Raya, klientelisme, meminjam Fukuyama (2019) berupa hubungan kekerabatan, pertemanan, jaringan usaha dan lain-lain jelas mempertaruhkan segala sesuatunya untuk kepentingan bos. Dalam konteks lokal, masa depan politik para begundal makin berat di masa depan karena rakyat su nanaku!

Baca Juga  Akhiri Penantian 28 Tahun, Norwegia Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Rekor Sempurna

Jakarta, 5 September 2022.

Sumber Bacaan :

Aspinall, Edward and Ward Berenschot, Democracy for Sale (Elections, Clientelism, and the State in Indonesia, Ithaca and London : Cornell University Press, 2019.
Benditt, Theodire M, “The Concept of Interest in Political Theory”, Political Theory, No. 3, August, 1973.
Diamond, Patrick, The Crisis Of Globalization (Democracy, Capitalism and Inequality in the Twenty-First Century), London-New York : IB Taurus
Fukuyama, Francis, Political Order and Political Decay (From The Industrial Revolution to the Globalization of Democracy), New York : Farrar, Strauss & Girroux, 2019.
Kuttner, Robert, Can Democracy Survive Global Capitalism?, New York : WW. Norton & Company,2019.

No More Posts Available.

No more pages to load.