Refleksi Satu Dekade Negara Menelantarkan Pengungsi Konflik Pelauw

oleh -604 views

Oleh: Fandy Ahmad Talaohu, Pengungsi

KONFLIK sosial di Negeri Pelauw yang terjadi pada tanggal 12 Februari 2012 menjadi salah satu misteri dari beberapa deretan konflik yang terjadi di Provinsi Maluku, lebih khususnya di Kabupaten Maluku Tengah. Padahal dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir ini banyak konflik horizontal antar desa bertetangga yang telah diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, di antaranya konflik Porto-Haria, Mamala-Morela, Pelauw-Kailolo, dan lain-lain yang telah diselesaikan secara simbolis (makan patita maupun sejenisnya) disertai deklarasi damai antara kedua belah pihak yang bertikai disaksikan oleh Gubernur Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Bupati Maluku Tengah.

Baca Juga  Proyek KPBU Penerangan Jalan di Ternate Masuk Tahap Market Sounding

Ironisnya dari sederetan konflik yang terjadi, Konflik Pelauw masih menjadi misteri, karena tidak ada itikad baik dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk menyelesaikan konflik bersaudara ini. Lantas muncul banyak pertanyaan di benak para pengungsi, apakah pemerintah daerah tidak mampu menyelesaikan konflik? ataukah tidak punya kemauan dalam menyelesaikan konflik sosial di Negeri Pelauw? apakah ada elit lokal yang terlibat sampai terjadinya konflik internal di Negeri Pelauw? pertanyaan-pertanyaan seperti ini terus muncul karena negara tidak pernah hadir dalam proses penyelesaian konflik sosial di Negeri Pelauw.

No More Posts Available.

No more pages to load.