Sains dan Teknologi Harus Terhubung dengan Sapta Cita Maluku
Prof. Fredy juga mengaitkan peran Unpatti dengan agenda pembangunan pemerintah daerah dan nasional.
Kehadiran Gubernur Maluku sebagai narasumber dalam kuliah umum tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana visi pembangunan Maluku melalui Sapta Cita dapat dikoneksikan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta arah pembangunan daerah.
Ia berharap pemikiran dan visi besar pemerintah daerah dapat menjadi pijakan bagi sivitas akademika dalam melihat posisi sains dan teknologi sebagai bagian penting dari agenda pembangunan Maluku.
“Semoga pikiran-pikiran yang menjadi visi besar beliau dalam Sapta Cita pembangunan di Provinsi Maluku dapat memberikan arah bagaimana konektivitas dan keselarasan dengan Astacita Presiden serta pembangunan di Maluku,” harap Prof. Fredy.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa sains dan teknologi harus menjadi salah satu mesin utama transformasi pembangunan daerah.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang berbasis data.
Sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Maluku memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, karakter geografis tersebut juga menghadirkan tantangan serius, terutama dalam aspek konektivitas, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.









