Revolusi Oligarki

oleh -0 Dilihat

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Hari ini, 27 tahun yang lalu, Suharto tumbang. Kekuasaannya yang dibangun di atas pembantaian yang brutal dan ketakutan akhirnya jatuh juga. Krisis ekonomi setahun sebelumnya membuat rejim yang dibangunnya berantakan.

Saya masih ingat suasana itu. Kejatuhan Soeharto didahului oleh berbagai kerusuhan. Pertama adalah kerusuhan anti agama minoritas. Tahun 1995-1997 adalah tahun-tahun sulit menjadi penganut agama minoritas. Rumah-rumah ibadah dibakar. Provokasi atas nama agama marak di mana-mana.

Sasarannya adalah agama-agama yang jumlahnya minoritas. Di daerah yang mayoritas Islam, sasarannya adalah rumah ibadah Kristen atau minoritas lainnya. Di daerah yang mayoritas Kristen, sasarannya adalah rumah-rumah ibadah Muslim. Kerusuhan etnis pun berlatar belakang dari sini.

Banyak orang menengarai bahwa kerusuhan-kerusuhan ini memang diorkestrasi (didalangi). Para intelektual dan akademisi berusaha menelisiknya — mengapa sasarannya adalah rumah-rumah ibadah, bahkan yang sudah puluhan tahun ada di tempat-tempat yang dibakar itu?

Baca Juga  6 Tanda Masih Membawa Luka Masa Lalu yang Tak Disadari

Saya ingat pernah membaca data kerusuhan itu. Hanya dalam dua tahun itu saja, 900 lebih rumah ibadah dibakar. Sebagian besar adalah gereja. Mengingat jumlah dan besarannya, saya tidak bisa tidak menjadi maklum bahwa ini adalah orkestrasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.