Richard Louhenapessy Bantah Keterangan Saksi Terkait Transfer Sejumlah Uang

oleh -742 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Saksi Charles Frans mengakui, semua uang yang diberikan olehnya kepada mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy melalui transferan tiga rekening, merupakan permintaan untuk pembiayaan kampanye Richard Louhenapessy pada Pilkada beberapa tahun silam.

Pengakuan ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dan gratifikasi mantan Wali Kota Ambon itu, Kamis (8/12/2022).

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon dengan agenda mendengar keterangan saksi itu, Charles mengaku memberikan uang senilai Rp. 230 juta kepada Louhenapessy melalui tiga rekening dengan bukti transfer.

“Di tahun 2016 saya transfer ke pak Richard sebesar Rp.15 juta rupiah melalui rekening pa Richard. Kemudian saya pernah mentransfer Rp. 32,500 juta melalui rekening Novi Warela yang sepengetahuan saya merupakan Ajudan Pak Richard untuk keperluan pembayaran katering di Waihaong saat kampanye,” beber Charles.

“Lalu saya juga pernah mentransfer melalui rekening kakak saya Jeny Frans, sebesar Rp. 80 juta. Namun saya sudah lupa untuk apa uang itu,” kata Charles saat dicecar JPU KPK sambil menunjukkan barang bukti berupa salinan rekening koran.

Charles menjelaskan, pada 21 Oktober 2016 dia juga mentransfer uang sebanyak Rp. 50 juta melalui rekening Novi Warela. Kemudian pada Tanggal 22 Desember 2016, dia juga mentransfer uang sebesar Rp. 45 juta melalui rekeningnya Novi Warela dan terkahir pada bulan Maret, Tahun 2017, dia mentransfer Rp.22,5 juta ke rekening yang sama.

“Jadi total keseluruhan uang yang saya transfer sebesar Rp. 230 juta rupiah,” akunya.

Saksi lain dr. Edwin Lim yang merupakan pemilik klinik Agape Medica mengaku bahwa, dia pernah diperintahkan almarhum ayahnya untuk mentransfer uang sebanyak Rp. 20 juta kepada Richard Louhenapessy melalui rekening BCA milik almahrum ayahnya.

“Saya diperintahkan bapak untuk mentransfer uang yang berjumlah Rp. 20 juta rupiah kepada pal Richard, pada tahun 2012/2013″ ungkap dr Edwin Lim.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan tanggapan kuasa hukum sidang yang dipimpin Hakim Ketua Wilson Shiriver tersebut meminta tanggapan terdakwa Richard Louhenapessy.

Akan tetapi kata RL justru membantah keterangan yang disampaikan saksi. Politisi Partai Golkar itu membantah bahwa dirinya pernah berhubungan dengan Charles. Louhenapessy bahkan menyebut Novi Warela bukan ajudannya, untuk urusan yang penting sekalipun.

“Novi bukan ajudan saya. Saya pastikan uang yang dikirim tidak ke saya dan melalui kuasa hukum, saya akan membuktikan jal itu nanti” ujar Richard mengelak.

Louhenapessy juga membantah bahwa dirinya pernah berhubungan dengan almarhum ayah dr Lim meski berteman baik.

“Coba pak dokter pikir-pikir lagi, uang yang ditransfer, apakah benar ke saya? Seingat saya, saya tidak pernah meminta apapun dari sahabat saya yang adalah ayah pak dokter” tegas RL. (Alex)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.