Risiko Disfungsi Pemerintahan Prabowo

oleh -720 views

​Prasetyo Hadi: Memudarnya Marwah Sekretariat Negara

​Di era presiden-presiden sebelumnya, Mensesneg adalah dirigen utama yang mengorkestrasi seluruh kinerja kementerian, memastikan sinkronisasi aturan, dan menjadi filter terakhir bagi kualitas produk hukum kepresidenan. Namun, di bawah Prasetyo Hadi, peran strategis ini seolah menguap.

​Prasetyo, yang praktis nol pengalaman dalam administrasi negara tingkat tinggi, dinilai gagap dalam melakukan koordinasi lintas sektoral. Dampaknya nyata: banyak aturan yang tumpang tindih dan koordinasi antar-menteri yang seringkali saling bertabrakan di ruang publik. Setneg kini tak lebih dari sekadar kantor administrasi surat-menyurat, kehilangan fungsinya sebagai “otak” pengatur ritme kebijakan nasional.

​Para “Pangeran” Lain: Sudaryono dan Thomas Djiwandono

​Daftar ini memanjang dengan nama Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian) dan Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan). Meski mereka memiliki latar belakang pendidikan luar negeri, pengalaman mengelola birokrasi yang kompleks di Indonesia adalah nihil.

Baca Juga  Sarmuji: Golkar Tak Khawatir dengan Safari Politik Jokowi

Sudaryono lebih banyak tersorot dalam aktivitas politik dan pencitraan daripada solusi konkret atas anjloknya produktivitas pangan.

​Thomas Djiwandono, meski secara teknis memahami makroekonomi, sering dianggap hanya sebagai “penjaga kepentingan keluarga” di kementerian paling krusial, tanpa terobosan kebijakan yang berpihak pada efisiensi anggaran yang saat ini sedang bengkak.

No More Posts Available.

No more pages to load.