Ruhut dan Paceklik Literasi Politik

oleh -186 views

Buzzer-buzzer politik kini sangat meresahkan. Sampah politik ini seolah dibiarkan dan bahkan diduga sengaja dirawat dan dibiayai bahkan diduga kuat mengalir dana APBN untuk keperluan tersebut.

Pada acara Halal Bihalal HMI MPO, Bang Rizal Ramly memiliki sebuah pertanyaan yang lain disampaikan kepada pemerintah berapa besar alokasi dana yang digunakan untuk memecah belah ormas, termasuk organisasi kemahasiswaan hingga menghasilkan Partai Mahasiswa.

Kehadiran buzzer membuat politik semakin dalam membelah masyarakat. Alhasil, segregasi kian menebal, kohesivitas sosial terganggu.

Cuitan politik bernada rasis, SARA, atau ujaran kebencian adalah gejala paceklik literasi politik. Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Dengan begitu, literasi politik adalah kemampuan membangun kesadaran politik baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap seseorang untuk melek secara politik.

Baca Juga  Mulai Bedah Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Maluku Soroti Akuntabilitas hingga Kinerja Pemerintah

Politik bukan saja tentang kekuasaan semata. Politik juga menyangkut hak politik seseorang termasuk menyangkut pendidikan politik itu sendiri. Dan pendidikan politik tidak hanya diperoleh  melalui buku, tetapi juga pengamatan. Artinya, generasi muda belajar politik juga dari sepak terjang para politisi.

No More Posts Available.

No more pages to load.