Porostimur.com, New York – Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq menyampaikan, pihaknya harus secara terus-menerus menghadapi bahaya dan penuh rintangan di sepanjang rute yang disediakan Israel untuk menyalurkan bantuan ke jalur Gaza.
“Rute yang disediakan otoritas Israel untuk dilalui tim kami masih belum memadai dan sering kali berbahaya, padat, atau tidak dapat dilalui,” ujar Farhan, dilansir dari Antara, Sabtu (2/8/2025).
Ia menegaskan, padahal sebenarnya petugas kemanusiaan seperti staf PBB harus menjalani tugasnya dengan cepat dan tanpa hambatan.
“Untuk mengirimkan bantuan dengan cara yang aman dan bermartabat, petugas kemanusiaan juga harus memiliki akses yang cepat, aman, serta tanpa hambatan,” tegas Farhan.
Selain rute yang berbahaya, Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) atau Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB melaporkan, sejauh ini bantuan kemanusiaan yang telah masuk ke Gaza masih tidak mencukupi.
Selain itu, Farhan juga mengungkapkan, menurut laporan OCHA telah ada lebih dari 100 orang tewas terbunuh dalam dua hari terakhir ketika mereka mencari makanan.
“Ratusan warga lainnya jadi korban luka-luka di sepanjang rute konvoi makanan atau di dekat pusat distribusi militer Israel. Warga sipil itu harus selalu dilindungi dan penyaluran bantuan untuk tingkat masyarakat dalam skala besar harus difasilitasi bukan justru dihalangi,” pungkasnya.











