Saat Para Malaikat Iri Menyaksikan Kemuliaan Rabi’ah al-Adawiyah

oleh -21 Dilihat

Setelah bebas, Rabi’ah berangkat menunaikan haji dengan kepayahan, tetapi ia terus berdoa. Allah SWT pun memudahkan setiap rintangan di jalan hingga mengantarkan sampai ke Makkah.

Suatu hari, Rabi’ah yang sudah tua renta memasrahkan dirinya untuk dipanggil ke rahmatullah. Saat para sahabat menutup kamarnya dan meninggalkannya seorang diri, terdengar suara Rabi’ah, “Wahai jiwa yang damai, kembalilah kepada Tuhanmu dengan berbahagia.” Setelah itu, tak terdengar suara lagi. Rabi’ah telah kembali menghadap Sang Pencipta.

Sepeninggalannya, ada seseorang yang bermimpi melihat Rabi’ah. Ia pun menanyakan bagaimana saat menghadapi Malaikat Munkar dan Nakir.

Rabi’ah pun menceritakan, malaikat itu menanyainya perihal siapa Tuhannya. Rabi’ah lantas meminta Munkar dan Nakir menemui Tuhannya untuk menyampaikan pesannya.

“Katakan kepada-Nya, di antara jutaan makhluk yang ada, janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang lemah. Aku hanya memiliki-Mu di dunia yang luas, tidak pernah lupa kepada-Mu, tetapi mengapakah Engkau mengirim utusan sekadar bertanya kepadaku, ‘Siapakah Tuhanmu?’ Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka, dan jika aku menyembah-Mu karena mengharapkan surga, campakkanlah aku dari dalam surga, tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku,” ujar Rabi’ah.

No More Posts Available.

No more pages to load.