Sajadah Merah

oleh -325 views

Hari demi hari kedekatan Azizah dan Haidar semakin terasa, Haidar yang terus menerus memberikan perhatian membuat hati Azizah memberikan harapan yang lebih. Namun pada saat itu ada satu kekhawatiran di hati Haidar dimana dia merasa tidak percaya diri untuk melangkah lebih bersama Azizah. Haidar merasa tidak percaya diri karena Haidar hanyalah seorang santri di salah satu Pondok Salaf di Jawa Timur. Sedangkan Azizah merupakan Mahasiswa di salah satu perguruan Islam Negeri di Banyumas. Namun kekhawatiran Haidar begitu saja luntur saat Haidar mendengar penjelasan dari Azizah yang tidak mempermasalah latar belakang dari Haidar. Azizah percaya bahwa Haidar merupakan lelaki yang baik hati, sampai dimana akhirnya mereka memutuskan untuk berkomitmen menjaga perasaan masing-masing walaupun nanti pada akhirnya mereka akan terpaut oleh jarak dan waktu.

Baca Juga  Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 9 Warga, Upaya Gencatan Senjata Kembali Terancam

“Loh dek kok nangis sih?” Tanya Haidar penasaran.
“Eh iya mas, aku hanya merasa sedih akan berpisah lagi dengan mas” jawab Azizah dengan sedih.
“Tenang saja dek insyaallah ini adalah jalan yang terbaik untuk kita, walaupun kita akan terpisahkan jarak dan waktu namun kita tidak akan terpisahkan oleh doa mas ke adek”.
“Iya mass insyaallah adek akan selalu berdoa untuk masa depan mas dan masa depan adek”.
“Jaga diri adek baik-baik jangan pernah meninggalkan kewajiban kita kepada sang khalik, selalu menjadi Azizah ku jangan berubah yaa” sendu Haidar.
“Insyaallah mass. Jaga diri mas baik-baik disana, semoga tahun depan kita masih bisa bertemu dan bertukar cerita huhu”.
“Iya dek, ya udah mas tutup dulu yaa assalamu’alaikum”.
“Wa’alaikumussalam wr.wb”.

No More Posts Available.

No more pages to load.