“Kalau yang berat itu sampai syok. Tapi sampai saat ini belum ada yang sampai syok. Nah itu gejalanya. Tapi sampai kematian, tidak. Kecuali syok tidak ditangani bisa menyebabkan kematian. Tapi bukan karena virus, tapi karena syoknya,” urainya.
Perihal target 1,2 juta vaksinasi di Maluku, Doni menuturkan, berdasarkan pemaparan Satgas Covid-19 Kota Ambon, dalam sehari mereka bisa memvaksin kurang lebih seribu orang. Kinerja semacam ini, bisa diterapkan Pemkab/kota lainnya di Maluku untuk mencapai target yang ditetapkan.
“Kalau dia hanya laksanakan tidak ada gebrakan, tertinggal dia. Kalau kota Ambon bikin gebrakan, seperti akan mengaktifkan posko di kecamatan. Tiap kecamatan terdapat delapan posko. Tujuannya agar memudahkan dan dapat dijangkau masyarakat untuk mau datang vaksin,” tuturnya.
Doni menambahkan, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang telah menginstruksikan kepala BPBD Maluku Hendry M. Far-Far untuk segera mendata Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi Maluku Hasil data tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Data ini melampirkan nama, NIK dan nomor handphone para ASN.
Secara presentasi, lanjut Doni, pada tahap pertama, sebanyak 80 persen yang telah mengikuti vaksin dari target 1,2 juta. Di tahap kedua, masih mengalami kekurangan karena masih menunggu giliran.










