Semoga suatu hari nanti, saat angin kembali lembut di Seram Utara, dua negeri ini kembali saling memanggil—bukan dengan dendam, tapi dengan kasih. Sebab darah yang mengalir di tubuh mereka masih sama. Dan tanah tempat mereka berpijak tetap satu: tanah Maluku, tanah damai. (*)
Sawai dan Masihulang: Retak di Tanah yang Sama









