Sawai dan Masihulang: Retak di Tanah yang Sama

oleh -0 Dilihat

Semoga suatu hari nanti, saat angin kembali lembut di Seram Utara, dua negeri ini kembali saling memanggil—bukan dengan dendam, tapi dengan kasih. Sebab darah yang mengalir di tubuh mereka masih sama. Dan tanah tempat mereka berpijak tetap satu: tanah Maluku, tanah damai. (*)

Baca Juga  Mahmud Harun Meninggal Setelah Menunggu Ambulans Laut 10 Jam, Layanan Rujukan Pulau Moti Disorot

No More Posts Available.

No more pages to load.