Pada kesempatan itu, Wakil Uskup Kei Kecil ini mengajak seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama membangun Nuhu Evav agar lebih baik lagi kedepannya.
Pastor Renyaan juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Maluku Tenggara, serta Anggota DPRD Malra yang meluangkan waktunya bersama-sama menghadiri Rakpar di Rumat.
Dirinya juga menuturkan pengalaman seorang pastor yang heran dengan gaya Bupati Malra M. Thaher Hanubun, yang hadir dalam setiap event keagaman umat Katolik, padahal di kampungnya di Maumeri Nusa Tenggara Timur, Bupatinya orang Katolik bahkan mayoritas penduduknya juga Katolik, akan tetapi bupatinya tidak pernah menghadiri kegiatan seperti ini, ungkapnya.
Untuk itu kata Wauskup, apa yang ditunjukkan oleh Bupati Malra M. Thaher Hanubun pada Rakepar Rumat hari ini menunjukan bahwa cinta itu lebih besar dan mampu menembus perbedaan.
“Mungkin apa yang saya sampaikan ini dianggap pencitraan oleh para jurnalis, saya menantang saudara-saudara untuk ketemu dengan saya, jangan hanya berani di medsos saja,” tegasnya.
Kembali dengan tegas, Wauskup menantang sipapun jika merasa ungkapan yang disampaikannya. “Jika da pihak yang merasa tidak puas, saya menunggu tantangan untuk ketemu, kapan dan dimana saja,” pungkasnya. (saad)











