Sehari Jelang Pelantikan: Di Bawah Rindang Beringin, Golkar Maluku Diuji Zaman

oleh -299 Dilihat

Golkar perlu memahami bahwa pemilih masa kini tidak selalu mewarisi loyalitas politik orang tuanya. Mereka bisa saja tumbuh dalam keluarga yang memiliki sejarah panjang bersama Golkar, tetapi menentukan pilihan berdasarkan pengalaman dan kepentingannya sendiri. Inilah perubahan yang tidak dapat dihadapi dengan pendekatan politik konvensional. Partai harus mampu berbicara dengan bahasa zaman tanpa kehilangan identitasnya. Jika tidak, Golkar berisiko menjadi organisasi yang besar dalam ingatan generasi tua, tetapi semakin asing dalam percakapan generasi baru.

Di sisi lain, Umar Lessy juga harus menjawab persoalan yang tidak kalah penting: konsolidasi internal. Musda yang telah menetapkan kepemimpinan baru seharusnya menjadi titik awal rekonsiliasi dan pembaruan, bukan sekadar penyelesaian kompetisi antarfigur. Pertarungan dalam Musda boleh berakhir melalui mekanisme organisasi, tetapi pekerjaan menyatukan perbedaan tidak selesai ketika palu sidang diketuk. Apakah seluruh kekuatan internal benar-benar telah mendapatkan ruang yang proporsional? Apakah kepengurusan baru akan menjadi rumah bersama bagi kader, atau hanya menjadi kompromi elite yang menyimpan jarak dan ketidakpuasan? Dan apakah jabatan dalam struktur akan diberikan berdasarkan kapasitas serta pengabdian, atau lebih banyak ditentukan oleh kedekatan dan kalkulasi kekuasaan?

No More Posts Available.

No more pages to load.