Hingga kini, air zamzam tetap mengalir dan masih bisa kita rasakan sampai sekarang.
Perjalanan Siti Hajar tersebut menjadi asal mula ibadah sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Saat menjalankannya, jemaah diajak untuk mengingat kembali perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk anaknya.
Dengan mengetahui kisah tersebut, setiap langkah saat melakukan sa’i mengingatkan pada usaha dan kesabaran yang pernah terjadi di tempat tersebut.
Selain itu, rangkaian ibadah haji lainnya juga memiliki latar peristiwa tersendiri, seperti tawaf, wukuf di Arafah, dan melempar jumrah. Semua itu dapat dipahami lebih baik jika mengetahui kisah di baliknya.
Pembangunan Ka’bah dan Seruan Haji
Setelah peristiwa-peristiwa tersebut, Nabi Ibrahim AS kembali ke Makkah. Pada saat inilah beliau bersama Nabi Ismail AS yang telah dewasa mendapat perintah dari Allah SWT untuk membangun Baitullah.
Dari buku Intisari PAI Integratif Madrasah Ibtidaiyah; Jilid 5 karya Mohammad Hanif, dijelaskan bahwa ketika bangunan Ka’bah mulai meninggi, Nabi Ismail membantu dengan mengangkat sebuah batu besar agar dapat dijadikan pijakan. Dengan izin Allah, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu tersebut untuk menyusun bagian atas bangunan.








