Sejarah Istanbul, Byzantium, dan Konstantinopel: Kota di Dua Benua

oleh -611 views

Pembangunan kembali Konstantinopel memberi Justinian kesempat untuk terlibat langsung dalam proyek megah yang peninggalannya masih bisa dilihat hingga kini.

Di masa ini juga, Hagia Sophia dibangun dengan arsitektur yang menakjubkan.

Hagia Sophia atau Aya Sofya adalah sebuah tempat ibadah di Istanbul yang dibangun pada tahun 537 M sampai 1453 M. Bangunan ini merupakan Katedral Ortodoks. 

Pada tahun 542 M, kota Konstantinopel dilanda wabah yang disebut telah membunuh tiga dari setiap lima penduduk.

Tak hanya Konstatinopel, tetapi Kekaisaran Romawi secara umum juga ikut terdampat dengan proses pemulihan yang sangat lambat hingga abad ke-9.

Selama periode ini, kota tersebut diserang oleh Persia dan Avar (626 M), Arab (674-678 M dan 717-718 M), Bulgar (813 M dan 913 M), Rusia (860 M, 941, M, dan 1043 M), dan Pecheneg (1090-1091 M).

Baca Juga  Mampukah Muktamar NU Steril dari Intervensi Kekuasaan?

Namun, semuanya gagal menaklukan Konstantinopel.

Dalam abad-abad selanjutnya, kota itu menjadi saksi bisu pertarungan politik dan perebutan kekuasaan dari berbagai pihak hingga akhirnya dikuasai oleh Turki Utsmani.

Era Turki Utsmani

Lukisan yang menggambarkan pertempuran sebelum jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Ottoman.
Lukisan yang menggambarkan pertempuran sebelum jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Ottoman.(Wikimedia Commons)

Percobaan pertama Turki Utsmani untuk menguasai Konstatinopel berlangsung pada 1422 M oleh Sultan Murad II, tetap upaya itu gagal.

Tiga puluh tahun kemudian, Sultan Mehmed II melanjutkan upaya itu dengan memblokade Selat Bosporus yang dimulai pada April 1453 M.

No More Posts Available.

No more pages to load.