Selembar Daun Yang Jatuh

oleh -665 views

Berhubung fadli adalah orang sunda dia lantas bertanya antusias.
“coba kau praktekan logat bicaramu aku ingin mendengarnya langsung”
Aku tersenyum tipis. menggeleng.
“oh ayolah kawan, sedikit saja tak apa” rengeknya.
Ini terdengar agak menyebalkan namun apa boleh buat.

“baik dengarkan lah…”
Fadli diam menyimak.
“sira manjing kuping belih?” kuucapkan dengan intonasi yang biasa aku pakai sehari-hari di rumah. Mendengar kata yang begitu asing dariku. Ia malah tertawa terbahak-bahak.
“kan sudah kubilang… aku tak ingin mengucapkannya. Kamulah yang memaksaku” kataku tersinggung.
“bukan begitu kawan, hehe. Maaf aku pikir logatmu hampir sama dengan pamanku yang berasal dari indramayu.”
“oh ya? Aku pikir kamu harus lebih belajar lagi ke pamanmu itu biar tahu bahasanya alien” ledekku.
Dia tertawa.

Baca Juga  Maba Selatan Juara Umum MTQ ke-12 Halmahera Timur

Sekelebat angin pesawahan meniup anak rambutku yang bergelombang. Mengantarkanku pada sebuah episode pertamaku di pondok pesantren.

Belajar di pondok untuk anak seusiaku begitu menyenangkan. Hingga tak terasa sudah tiga hari di pondok dan aku maupun fadli belum ada yang berangkat ngaji. Hanya sekedar mengelilingi pondok atau sekedar berbelanja ke pasar tak lebih dari itu.

“li kau sudah beli kitab safinah?” tanyaku pada fadli
“jangankan beli kitab, buku panduan menulis pegon aja aku belum beli van…” cengirnya
Hadeuh. aku menepuk keningku. dasar bocah santui. Salahnya kemarin dia tak mau kuajak beli kitab.
“Ya sudah bawa buku tulis dulu ayo ngaji” kata amir
Dia mengambil beberapa alat tulis lalu dia baru ingat kalau belum beli hi tech. aku semakin gemas dibuatnya. hingga sebuah suara gebrakan pintu mengagetkan kami.
Brak!
Hal itu cukup untuk membuat kami melihat ke sumber suara. Aku menelan ludah takala mengetahui orang didepan kami. Kang nashir salah satu keamanan pondok berperawakan tinggi besar sedang melotot kearah kami.
“ngaji ayo ngaji! Ngapain kalian masih disini heh!?”
Mau tak mau kami buru buru meninggalkan kamar sambil berlari terbirit-birit.

No More Posts Available.

No more pages to load.