Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lemahnya tata kelola organisasi, sekaligus tidak adanya arah pembinaan yang jelas bagi atlet Taekwondo di Maluku.
Seleksi Atlet Dinilai Tidak Transparan
Persoalan lain yang disorot adalah mekanisme seleksi atlet yang dianggap tidak transparan dan tidak sepenuhnya berbasis prestasi.
Menurut senioritas, sistem seleksi yang tidak objektif berpotensi merugikan atlet-atlet berprestasi yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
Situasi ini disebut memicu kekecewaan di kalangan atlet dan pelatih, serta berdampak pada menurunnya motivasi dan soliditas organisasi.
Minta Evaluasi Total
Akibat berbagai persoalan tersebut, senioritas Taekwondo Maluku menilai prestasi daerah mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui surat tersebut, mereka meminta Pengurus Besar Taekwondo Indonesia segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan evaluasi total terhadap kepengurusan Pengprov Taekwondo Indonesia Maluku.
Selain itu, mereka juga mendorong penilaian terhadap efektivitas kepemimpinan dan sistem pembinaan atlet, serta langkah korektif sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
“Langkah evaluasi diperlukan demi menyelamatkan masa depan pembinaan atlet dan menjaga marwah organisasi Taekwondo di Maluku,” tulis mereka.





