Sentuh 3,8 Juta Penonton, Film “Dirty Vote” Ubah Pilihan Swing Voters Dalam Pemilu 2024

oleh -41 views
Tangkapan Youtube Film Dirty Vote

Porostimur.com, Jakarta – Film Dokumenter Dirty Vote yang disutradai oleh jurnalis dan aktivis Dandy Laksono berhasil mengubah sikap swing voters dalam Pilpres 2024 ini.

Perubahan sikap pemilih yang awalnya ragu bahkan ingin menjadi bagian dari Golput akhirnya memilih untuk menyalurkan hak suaranya, untuk mengubah keadaan negara yang sudah carut marut selama 9 tahun terakhir.

Diakses porostimur.com, pada Senin (12/2/2024) pukul 13.24 WIT, Film Dokumenter Dirty Vote yang mengungkap skadal dibalik rencana pemilu satu putaran ini, telah ditonton oleh 3.817.776 sejak tayang 11 Februari kemarin.

“Tadinya ga ingin banyak bersuara tentang politik, tapi setelah nonton ini jadi yakin, diam dan netral bukanlah sikap yang baik, ketika kecurangan sudah dipertontonkan dengan begitu jelasnya. Terimakasih team Dirty Vote sudah membantu membuka mata saya tentang kondisi politik di negeri ini. Apresiasi setinggi2nya untuk kerja keras pembuatan karya ini. 👏,” ungkap akun @FoxMoba dalam tanggapan di youtube official Dirty Vote.

Setidaknya terdapat 276 ribu like serta 39.816 komentar yang terekam dalam komentar film ini, berikut cuplikan beberapa komentar dari para penonton:

@rynsummer1711 : Jujur, gw sebagai org yg pernah mengagumi pak Jokowi sampai di akhir jadi nangis. Kenapa beliau gini. Mau marah dah capek, mau kecewa ga ngubah apa², bisanya berharap tgl 14 siapapun yg terpilih akan membawa Indonesia ke jalan yg lebih baik.

Baca Juga  JMSI dan SiberMu Tandatangani MoU Dukung Pendidikan Jarak Jauh

@billythekidz6162: gua nangis di detik2 terakhir film ini… saat melihat cuplikan “Jokowi” MASIH menjadi “Jokowi” yang gua pilih 2x Pemilu dengan sangat yakin. satu alasan utama… dia Orang Baik. sekarang, rasanya belum pernah di khianati orang sesakit ini. KUDOS untuk Dirty Vote. marah gua sekarang jadi lebih terstruktur dan sistematis.

@tutorialtutorialan819: Jadi melek gue makasih dirty vote,udah cukup mendeklarasikan diri untuk teguh mendukung pak prabowo tapi dengan ini gue sadar emang udah seharusnya ini semua ada perubahan

@SalamAnakMuda: Saya sebagai salah satu anak muda atau gen Z yang baru memilih di tahun ini, sangat sangat terima kasih atas film ini. Terima kasih pada semua yang terlibat yang membuat film ini. Saya memang sudah punya Paslon yang saya sudah pertimbangankan kenapa saya memilih sosok capres-cawapres tersebut, tentu berdasarkan dari banyak hal terutama mencari kebenaran atas beberapa fitnah yang gilanya berterbaran di sosmed. Namun dengan film ini memberikan lebih luas lagi hal yg masih terlewatkan oleh saya, seberapa bobroknya keadaan saat ini. Salah satu yang relate di film ini yaitu ada yg menceritakan Kalau daerahnya mengharuskan Salah satu Paslon harus menang di daerah itu, tentunya sangat miris saya mendengarnya. Semoga film ini bisa membuat mereka yang akan memilih tidak takut atas tekanan dari sekitarnya. Semoga pemilu bisa berjalan dengan damai, sehat untuk orang benar dan kecurangan yang di khawatirkan tidak terjadi. Tapi apapun bisa terjadi dengan gabungan dari DOA kita semua TEMAN².

Baca Juga  Kemenpan-RB Gelar Asistensi Peningkatan RB, SAKIP, dan ZI Wilayah III di Ambon

@Zaymnalki: Video ini jadi tamparan keras untuk kita semua yg masih buta politik, bahwasanya demokrasi kita saat ini sedang diacak-acak secara terstruktur, sistematis, dan masif. Terima kasih untuk semua yg pihak yg terkait akan pembuatan video ini sehingga tayang sampai ke sini. Semoga jadi referensi kita dalam menentukan arah bangsa Indonesia ke depan 🇮🇩🇮🇩🇮🇩

@franss7554: wanjrit. gue merinding denger penutupan beliau2 ini, dan walk off dilatari video jkw yg “masih” jkw yg sebagaimana kita kenal 9 tahun ke belakang. respek bgt sih sama beliau2 ini yg berani mengorbankan keamanan diri dan keluarga mereka utk membantu membongkar ini semua. apapun pilihannya, yg penting gue gak no 2.

@WisdaMulyasari: Video ini sangat membantu mereka termasuk saya terhadap isu2 kecurangan/pelanggaran kode etik MK.. dijelaskan dengan baik dan mudah dimengerti. Terima kasih untuk 3 tokoh ahli, semoga sehat selalu dimana pun berada..
Buat teman2 yang masih bimbang dengan pilihan paslon. Gongnya ada di akhir video…. Jangan apatis, nasibmu, anakmu, keluargamu, bangsa dan negara ini ada di tanganmu.. Gunakan hak pilih dengan baik tgl 14 untuk memilih pemimpin yang amanah… JANGAN GOLPUT, suaramu bisa disalah gunakan. Miliki integritas jangan mau nasib negara 5 tahun ke depan dibayar uang tak seberapa..

Baca Juga  Polda Malut Gelar Apel Konsolidasi untuk Evaluasi Pengamanan Pasca Pemungutan Suara

@pattirahayu7381 : Merasa seperti menonton penjajahan terhadap demokrasi Indonesia. Buat saya, video ini mengandung bawang, saya sedih. Benar , bahwa kita berkontribusi salah melahirkan orang seperti Pak Jokowi menjadi presiden dan boleh melakukan penjajahan terhadap demokrasi Indonesia…😭.. Saat kata-kata karakter yang mampu menjajah demokrasi hanya butuh sifat culas dan tak tahu malu, mengingatkan saya Israel. dan seketika saya jadi merasa demokrasi Indonesia seperti bangsa

Film Dirty Vote dokumenter yang disampaikan oleh tiga ahli hukum tata negara yang membintangi film ini yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi.

Penggunaan infrastruktur kekuasaan yang kuat, tanpa malu-malu dipertontonkan secara telanjang di demi mempertahankan status quo. Bentuk-bentuk kecurangannya diurai dengan analisa hukum tata negara.

Ahli Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar di dalam film dokumenter Dirty Vote mengungkap berbagai bentuk skandal dalam pemilihan umum (Pemilu). Pengajar hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyatakan bahwa pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 terus memimpin dalam berbagai lembaga survei.

Mau tonton versi full film ini, silakan simak dibawah ini:

sumber: sumbawanews

No More Posts Available.

No more pages to load.