Sex, Lies and Donald Trump

oleh -4 Dilihat

*

Kongres juga berniat menggugat DOJ untuk alasan yang sama. Chuck Schumer, bos fraksi Demokrat, menyatakan DOJ telah melanggar undang-undang. Padahal keputusan Kongres dalam urusan ini sudah jelas, dan mendapat hasil voting yang sangat telak: 427 : 1. Artinya hampir semua anggota partai Trump (Republik) pun ingin DOJ merilis semua arsip tanpa syarat.

Jika Jaksa Agung Pamela Bondi tidak mengubah perilakunya, dan Kongres sungguh-sungguh menyeretnya ke pengadilan, kita akan menyaksikan suatu pertarungan legal sekaligus ujian penting tentang prinsip “check and balance” dalam sistem Amerika, yang sudah berusia seperempat milenium.

Yang jelas, meski Trump belum pernah dipidana dalam perkara ini, relasinya yang terdokumentasi dengan Epstein, termasuk pernyataan publik masa lalu, dan kesaksian para korban yang menyeret lingkaran elite Amerika, telah menciptakan krisis kredibilitas berat bagi Presiden ke-45.

Sedikitnya ada satu orang, misalnya, yang menyatakan Trump dan Epstein bersama-sama memperkosa dirinya. Menurut laporan FBI yang baru dirilis, gadis belia itu kemudian mati tak wajar. Polisi yang menangani kasusnya, menurut FBI, menegaskan bahwa kematian gadis itu bukan karena bunuh-diri.

Baca Juga  Terima Aspirasi Raja Manusela, Gubernur Maluku: Hak Masyarakat Adat Tak Boleh Dikorbankan

Tak lama sebelum Epstein mengakhiri hidupnya, ia menulis surat pendek kepada sahabatnya, Larry Nasser, yang telah divonis ratusan tahun penjara sejak 2017, karena meniduri ratusan gadis di bawah umur. Nasser adalah kepala tim dokter kontingen Amerika di Olimpiade.

No More Posts Available.

No more pages to load.