Sex, Lies and Donald Trump

oleh -4 Dilihat

Oleh: Hamid Basyaib, Kolumnis

Paling sedikit ada dua paket alasan mengapa Donald Trump tidak pantas untuk terus duduk di kursinya di Ruang Oval Gedung Putih. Kedua alasan itu sudah jauh bergeser dari sekadar soal perbedaan ideologi atau selera politik. Ia telah menjadi isu integritas moral, beban skandal seksual serius, dan kapasitas psikologis dan intelektual seseorang untuk memegang kekuasaan tertinggi.

Pertama: Bayang-bayang “Jeffrey Epstein Files.” Dalam isu yang makin runcing ini Trump menjadi tokoh sentral atau pusat kontroversi. Ia diketahui mengirim uang ratusan atau ribuan kali ke rekening Epstein sejak belasan tahun lalu, tampaknya sebagai imbalan untuk jasa Epstein menyediakan banyak perempuan muda kepada Trump dan kawan-kawan.

Baca Juga  Penumpang Keluhkan Padatnya Feri Tanjung Koako di Rute Hunimua–Waipirit, ASDP Diminta Evaluasi Pelayanan

Pernah, misalnya, dalam suatu pesta di rumah Trump di California, seorang ibu bernama Sandra Coleman ikut hadir untuk mengawal puterinya yang berusia 14, Tina Davis, yang diperintahkan untuk “berpakaian seksi” oleh pihak pengundang.

Menurut Ny. Coleman, seperti diberitakan panjang-lebar oleh New York Times, meski ia hadir di sana, Trump dan kawan-kawan — para politisi, pengusaha dan selebriti — tidak menunjukkan sikap sungkan sedikit pun. Mereka tak peduli pada keberadaan dirinya, dan bersikap enteng saja dalam menggoda para remaja itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.