“Saya mendapat sekitar 40 kasus yang dirujuk kepada saya oleh Gaza Kinder Relief, sebuah organisasi luar biasa yang terdiri dari 35 perempuan yang berbasis di berbagai negara yang telah mengoordinasikan semuanya dari jarak jauh,” kata Becker kepada Anadolu.
Ketika upaya awal untuk membawa anak-anak tersebut ke Inggris digagalkan oleh hambatan birokrasi, Becker mendapatkan dukungan dari rumah sakit di Jerman, Italia, dan Yordania.
Dia berkoordinasi dengan Project Pure Hope dan Direct Relief, sebuah badan amal yang berbasis di AS, untuk mendanai penerbangan tersebut.
Perjalanan tersebut penuh dengan kendala di menit-menit terakhir, seperti pengurusan visa dari Kedutaan Besar Italia di Kairo, yang memperpanjang jam kerjanya untuk memastikan semua anak mendapat izin dari Kementerian Kesehatan Mesir pada malam sebelum mereka dijadwalkan terbang.
“Baru pada jam 2 pagi kami akhirnya mendapat izin untuk penerbangan, dan keesokan paginya jam 9 pagi kami berangkat,” kata Becker.
Rombongan tersebut, yang terdiri dari 21 warga Palestina termasuk anak-anak, ibu mereka dan beberapa saudara kandung, tiba dengan selamat di tujuan pada malam itu juga pada tanggal 2 Mei.
Bagi Becker, misi ini merupakan keberhasilan yang pahit, karena banyak anak-anak yang terluka parah masih berada di Gaza menunggu izin untuk pergi.










