Sikap Politik Dilematis Hambat Posisi Tawar Demokrat

oleh -11 Dilihat

Waktu tinggal sebulan lagi menuju Pendaftaran capres-cawapres. Namun tidak ada kepastian dari koalisi Ganjar atau Prabowo apakah AHY akan dipinang sebagai cawapres. Maka saatnya Demokrat “move on” jilid 2. Demokrat haruslah berdamai dengan perasaan, buang sakit hati, lupakan saja koalisi baru yang tidak pasti, rujuk dengan koalisi Anies Baswedan. Tentu saja lebih nyaman bagi Demokrat untuk bicarakan “power sharing” dibanding dengan koalisi baru.

Bukan hanya power sharing, lebih penting dari itu. Mengusung Anies Baswedan, Demokrat bisa menikmati berkah efek “ekor jas”. Dalam psikologi politik, efek ekor jas adalah pengaruh dari figur atau tokoh dalam meningkatkan elektabilitas partai. Bahkan Demokrat paling tinggi dalam memperoleh berkah efek ekor jas daripada PKS dan Nasdem partai pertama pengusung Anies. Laporan berbagai lembaga survey, hasil survei sampai 27 Agustus 2023, elektabilitas Demokrat meningkat tajam melampaui elektabilitas PKS dan Nasdem dibanding sebelum Demokrat mendukung Anies. Efek status sebagai oposisi memang ada juga, tetapi tidak signifikan mendongkrak elektabilitas Demokrat.

Baca Juga  MPPHI Soroti Penanganan Perkara Ahli Waris Sahurilla, Kapolda Maluku Didesak Evaluasi Polresta Ambon

Akar rumput Demokrat yang paling merasakan efek tersebut. Sejatinya akar rumputlah ujung tombak elektoral. Menurut mereka, kerja-kerja elektoral menjadi lebih ringan saat partai masih bersama Anies Baswedan. Tak heran tak sedikit kader memutuskan hengkang karena keputusan Demokrat memcabut dukungan kepada Anies.

No More Posts Available.

No more pages to load.