Motif penganiayaan itu diduga karena asmara.
korban.
Kedua, di Hotel Awista, buru pada pertengahan bulan September.
Wajah korban ditonjok, diinjak bagian kepala, dan dibenturkan ke meja hanya salah paham persoalan uang.
Saksi yang coba melerai juga ikut dihajar pelaku.
“Yang fatal itu di hotel hingga mata tidak bisa dibuka,” ujarnya.
Lanjutnya, ada beberapa kejadian pemukulan lainnya yang berlatarbelakang cemburu kepada suami korban.
“Dia (Briptu Isra Sangaji) cemburuan,” cetusnya.
Korban sendiri telah meninggal akibat lakalantas di Buru, Jumat (14/10/2022) atau sebulan pasca kejadian pemukulan di Hotel Awista.
Lalu, siapa sebenarnya Briptu Isra Sangaji?
Ternyata Briptu Irsa Sangaji dikenal sebagai polisi yang kaya raya.
Dia disebut punya lubang galian emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru.
Dugaan kepemilikan lubang galian di tambang emas ilegal itu diungkapkan salah seorang sahabat korban penganiayaan kepada TribunAmbon.com, Kamis (10/11/2022).
Ialah Nirmalasari, yang kini menjadi saksi kunci kasus penganiayaan istri dari polisi berpangkat Aipda di Polres Buru Selatan itu.
Sebelumnya dia juga sempat diperiksa sebagai saksi pelanggaran etik, Sabtu (5/11/2022) dengan pelaku yang sama atas kasus perselingkuhan dengan korban.









