Nirmalasari sendiri bekerja sebagai sopir pribadi korban yang kini telah meninggal dunia lantaran lakalantas pertengahan Bulan Oktober 2022 di Kabupaten Buru.
Menurutnya, Briptu Isra Sangaji seringkali pergi ke Gunung Botak, bahkan dalam sebulan rerata empat kali muncak di tambang emas yang telah ditutup sejak 2015 itu.
Diduga aktivitas Briptu Isra Sangaji di Gunung Botak sudah berjalan lebih dari setahun.
“Dia sering bilang mau ke Gunung Botak dan pernah kita sama-sama ke Gunung Botak, tapi saya hanya antar sampe ke Unit 18,” kata Nirmala, Kamis.
Briptu Isra Sangaji seturun dari gunung pernah menunjukan emas hasil tambang kepada Nirmala.
Dari uang hasil penjualan emas itu Briptu Isra Sangaji disebut membeli mobil dan sering mentraktir para sahabatnya.
Dia pun kerap disapa dengan panggilan bos lantaran pendapatan tidak wajar untuk seukuran personil polisi berpangkat Brigadir Polisi Satu.
“Beberapa teman sering panggil Bos,” cetusnya.
Sebelumnya, Kapolres Buru Selatan (Bursel) AKBP M. Agung Gumilar saat dikonfirmasi memastikan akan menyelidiki dugaan tersebut.
“Sedang ditelusuri,” kata Kapolres mengutip TribunAmbon.com, Sabtu (12/11/2022).









