Potensi Panas Bumi Indonesia Masih 10 Persen
Pengembangan proyek di Halmahera Utara ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Indonesia saat ini mencapai 2.744 MW. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang memiliki kapasitas 3.937 MW.
Meski demikian, pemanfaatan panas bumi nasional baru berada di kisaran 10 persen dari total potensi yang tersedia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menegaskan bahwa potensi panas bumi Indonesia masih sangat besar.
“Kita tahu bahwa geothermal adalah salah satu sumber energi baru terbarukan, dan Indonesia mempunyai cadangan yang cukup besar, terbesar di dunia. Dan dari sini, baru kurang lebih sekitar 10 persen yang bisa kita kelola. Artinya masih ada 90 persen potensi ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pemerintah Perkuat Jaringan Transmisi
Untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan, pemerintah juga menyiapkan penguatan infrastruktur kelistrikan.
Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah merencanakan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit. Jaringan ini akan menghubungkan berbagai sumber energi baru, termasuk panas bumi, ke sistem kelistrikan nasional. (red)









