Layaknya tempat yang baru dibangun, Sofifi belum memiliki hotel atau penginapan yang representatif untuk menampung peserta maupun official sebuah even nasional.
Namun, lanjut Abdul Ghani, pemerintah Provinsi Maluku Utara berupaya untuk menjamu para tamu dengan optimal. Maka, ia pun menyiapkan perumahan bagi ASN Provinsi Maluku Utara sebagai tempat pemondokan bagi para kafilah se-Indonesia.
Ia menambahkan, tak hanya soal penginapan, venue-venue STQH pun dikebut untuk diselesaikan. Salah satunya Masjid Raya Shaful Khairat yang menjadi venue utama STQH Nasional XXVI.
“Tujuh bulan lalu, halaman parkir yang kita gunakan untuk venue utama ini sangat becek, dengan pondasi masjid yang masih baru dibuat sepertinya hanya mimpilah berharap acara bisa sesukses ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya saat menutup STQN XXVI mengatakan, perhelatan akbar yang di laksanakan di tempat yang memiliki fasilitas lengkap adalah hal yang biasa, namun jika dilaksanakan dalam segala keterbatasan dan sukses adalah hal yang luar biasa.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan jajaran sungguh luar biasa, ini adalah jalan Allah sehingga kerja keras bapak ibu dan masyarakat Sofifi khusunya berbuah manis,” tutur Zainut




