Sulut-Malut Rawan Gempa, Kepala BNPB Minta Pemda Lakukan Asesmen Dampak Gempa M 7,6

oleh -416 views
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memiliki potensi tinggi mengalami gempa bumi berdasarkan catatan sejarah. (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Porostimur.com, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara merupakan kawasan dengan potensi gempa bumi tinggi berdasarkan catatan sejarah panjang sejak abad ke-17. Fakta ini menjadi dasar penguatan sistem mitigasi dan peringatan dini yang terus dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers terkait gempa tektonik magnitudo 7,6 yang mengguncang kedua wilayah tersebut, Kamis (2/4/2026).

“Ini kami punya data sampai tahun 1600-an. Jadi memang periodenya banyak sekali terjadi bencana, bahkan di periode 2019 sampai 2025 itu terjadi puluhan gempa bumi di atas skala 6,” ujar Suharyanto.

Baca Juga  Declan Rice: Arsenal Akan Bangkit Lebih Kuat Usai Gagal di Final Liga Champions

Mitigasi Diperkuat, Sirene Berfungsi

Menurut Suharyanto, tingginya aktivitas gempa menjadi alasan utama BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem mitigasi, termasuk peningkatan kapasitas peringatan dini sejak 2021.

Ia menyebut, sistem sirene peringatan dini yang dipasang di sejumlah wilayah terbukti berfungsi saat gempa terjadi.

“Indikasinya adalah sirene yang dipasang oleh BMKG dan BNPB ini ketika tadi terjadi gempa, ini berfungsi sehingga masyarakat bisa mendengar peringatan dini melalui suara sirene ini dan bisa segera menyelamatkan diri,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.