Sungai Bidadari

oleh -333 views

Prok! Prok! Prok!
Namun pada saat tepukan ke dua ikan yang diharapkan tak juga muncul. Hingga hal itu membuat Vino kesal dan ingin beranjak pergi, lalu aku yang masih diselimuti rasa takut mencoba menahan Vino untuk pergi dan menyuruh Vino untuk melakukan tepukan sekali lagi. Prok! Prok! Prok! akhirnya pada tepukan ketiga, aku melihat ada sesuatu yang bergerak dari dalam sungai itu. Hingga tak lama kemudian datang seekor ikan besar. Akhirnya Vino pun mengambil ikan itu, lalu segera berlari untuk mencari tempat agar ikan itu dapat dibawa ke vila.

Sesampainya di vila, vino menyimpan ikan itu pada bak kamar mandi. Namun sejak ikan itu ada di vila tempat kami menginap, aku semakin merasa ada yang janggal. Setiap malam aku selalu merasa ada sosok yang menghampiriku dan mengawasiku, namun saat ku menoleh, lagi-lagi sosok itu menghilang. Aku yang makin takut akan sosok itu akhirnya memutuskan untuk membuang ikan itu. Namun, Vino serta yang lainnya tidak setuju dengan keinginanku, pasalnya saat ini hanya aku saja yang diikuti oleh sosok itu. Hingga aku pun memutuskan untuk membuang ikan itu tanpa sepengetahuan mereka.

Baca Juga  Suzuki Burgman 150 cc Meluncur, Siap Obrak-abrik Pasar Nmax dan PCX

Saat menjelang tengah malam, ku berjalan mengendap-ngendap sambil membawa ember yang berisikan ikan itu, namun baru saja aku mengijakkan kakiku di ruang tamu. Tiba-tiba mata ikan itu menatapku tajam dan seolah ingin lompat menghampiriku, spontan kujatuhkan ember yang masih berisikan ikan itu, hingga airnya membasahi lantai dan ikan pun terkapar di lantai, seperti akan kehabisan napas. Namun aku tak mempedulikannya, hingga aku memilih untuk kembali ke kamarku dan menutupi wajahku dengan selimut tebal, bergegas untuk tidur berharap esok akan segera tiba.

No More Posts Available.

No more pages to load.