“Itikad mereka tidak berubah, mereka tetap dalam agama mereka.” tulis Tafsir Kemenag RI.
Kata ‘setan’ berasal dari ‘syatana’ yang artinya jauh. Setan berarti yang amat jauh dan orang-orang munafik dikatakan setan karena mereka amat jauh dari petunjuk Allah SWT, kebaikan, serta kebajikan. Setan di sini tidak hanya jin, melainkan juga berupa manusia.
Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan bahwa surah Al Baqarah ayat 14 membahas tentang perangai orang munafik yang mulutnya manis, namun ketika di belakang mereka membicarakan yang buruk. Mereka bersikap seperti itu karena jiwanya lemah sehingga berujung pada takut menghadapi kenyataan.
“Mudah saja mereka menjawab bahwa pendirian mereka tetap, tidak berubah. Mereka mencampuri orang-orang yang telah menjadi pengikut Muhammad itu hanya siasat saja, sebagai olok-olok. Namun, pendirian mereka yang asli adalah mempertahankan yang lama tidaklah mau mereka mengubahnya.” bunyi Tafsir Al-Azhar pada surah Al Baqarah ayat 14.
sumber: detikhikmah









