Mihrab Sunyi Sang Pecinta
di rahim malam Kalam Qadim menjelma
turun merunduk melampaui aksara dan nama
membasuh duka ruh yang rindu akan rida-Mu
dalam pelukan keheningan yang paling syahdu
bukanlah waktu yang dihitung jemari fana
bukan seribu bulan dalam hitungan dunia
ia adalah ketersingkapan hijab yang fana
saat sang hamba tenggelam dalam samudera makna
Ruhul Quddus turun membawa rahasia langit
menyentuh kalbu yang dari dunia telah bangkit
membawa izin Sang Kekasih yang Maha Dekat
mengatur urusan bagi jiwa yang sedang terpikat
salam yang sejuk mengalir di pembuluh nadi
memadamkan api nafsu yang kian menjadi
hingga fajar Tajalli terbit di ufuk hati
menyisakan Engkau saja yang abadi di sini
Ambon, 12 Februari 2026
============
Tenggelam di Tepian Janji
ke mana langkah akan kita bawa
saat sunyi mulai bersimbah luka?
kudengar napasmu kian menjauh
di pelukan malam yang kini merapuh
ada bayangan asing di matamu
menyimpan rahasia yang tak lagi kutahu
setiap kata yang terucap menyayat dada
sejenak kau sentuh aku, lalu hilang seketika
dahulu aku meminta seberkas cahaya
namun malam ini kau jauh tak terhingga
aku bersimpuh meminta sebuah tanda
cinta yang kupuja musnah ditelan hampa
diammu lebih membakar dari api asmara
aku tenggelam perlahan tanpa suara
janji kita meluruh disapu derai hujan
dalam gelap, namamu gigil sendirian








