Survival the Fittest

oleh -71 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Pandemi ini telah mengungkap jurang sosial dan ekonomi kita. Inilah saat-saat yang membuka dengan telanjang semua kesenjangan yang pada jaman normal mampu kita tutup-tutupi dengan segala macam cara.

Saya bicara tentang segala macam kesenjangan. Di awal-awal pandemi, rame diberitakan bahwa keluarga-keluarga kaya menyewa jet-jet pribadi untuk pergi ke luar negeri. Mereka mencari tempat yang aman.

Itu mungkin bisa dimaklumi. Para ‘crazy rich’ ini memakai kekuatan kekayaannya untuk menyelamatkan diri sendiri.

Pandemi ini tanpa ampun mengungkap ‘survival of the fittest.’ Baik di bidang kesehatan maupun di bidang-bidang lain. Kalau Anda komorbid dan hidup dengan ‘pre-existing conditions’ (kondisi kesehatan menahun yang sudah ada sebelumnya) maka Anda tumbang.

Baca Juga  Pemimpin Yang Selalu Butuh Afirmasi

Kalau Anda miskin, dan Anda terinfeksi, Anda tidak punya akses ke rumah sakit, tidak punya akses ke obat-obatan, Anda juga harus tumbang.

Kemiskinan juga memaksa Anda untuk mengais rejeki diluaran. Disinipun Anda dipaksa tumbang. Jika tidak karena virus, ya karena Anda tidak bisa bekerja.

Pendek kata, pandemi ini bukan untuk orang miskin, bukan untuk orang yang tidak punya kekuasaan, bukan untuk orang yang tidak sehat, dan orang-orang yang tidak punya kekuatan.