Survival the Fittest

oleh -74 views

Para elit ini, para pengurus negara ini, sudah kita bekali dengan kekuasaan dan kemuliaan. Mereka tidak kurang memiliki hak-hak istimewa (privilege). Namun tampaknya masih belum cukup juga.

Politisi dalam berita ini berkilah, mereka memikirkan rakyat karena itu mereka harus diistimewakan. Dia sama sekali tidak sadar bahwa dia berpartisipasi membuat kebijakan yang membikin kita semua berada dalam situasi ini.

Imajinasi para gedibal ini, yang berpikir heroik bahwa mereka berjuang untuk rakyat ini, bukan hal yang baru. Mereka memandang dirinya sebagai pahlawan dan oleh karenanya selalu minta didahulukan.

Anda bisa lihat ini dimana saja. Mereka minta duluan di jalanan, bukan? Anda harus mengalah hanya agar mereka bisa lewat dengan nyaman.

Konsep negara kita bukan negara Sosialis. Bukan negara Kapitalis. Apalagi negara gotong royong. Konsep negara kita adalah negara ‘survival the fittest.’ Siapa kuat, dia menang. Ini konsep negara penaklukan (subjugation).

Baca Juga  Negeri Para Koruptor

Dan sebagaimana penaklukan dimana-mana, siapa yang membeayai keistimewaan para politisi ini? Ya, Anda-anda sekalian itu. Anda mengumpani kenyamanan mereka. Anda memberikan mereka kesehatan.

Mungkin Anda berpikir, ah tapi kan saya bayar pajak sedikit saja. Mungkin betul. Tapi Anda tidak pernah berpikir bahwa hutan-hutan yang habis mereka babat itu akan mempengaruhi hidup Anda dan anak-anak Anda di kemudian hari.