Jika pencalonan Ratcliffe disetujui Kongres AS, maka Trump akan mendapatkan bos intelijen yang jauh lebih selaras dengan pandangan-pandangannya. Diketahui bahwa di Kongres AS, Ratcliffe merupakan pendukung setia Trump dan pernah mengkritik dua musuh Trump, yakni mantan Direktur FBI James Comey dan penasihat khusus AS Robert Mueller yang memimpin penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS.
Ratcliffe pernah menyatakan dirinya ‘tidak melihat bukti’ soal intervensi Rusia dalam pilpres AS untuk membantu kemenangan Trump. Dia bahkan mendukung pandangan Trump bahwa pengintaian yang disetujui pengadilan terhadap tim kampanye Trump mengarah pada spionase. Tidak hanya itu, Ratcliffe juga mendukung kebijakan radikal terhadap Iran.
Kembali ke Coats, alasan pengunduran dirinya tidak diungkap lebih lanjut. Namun diketahui bahwa Coats seringkali tidak sependapat dengan Trump dalam berbagai isu saat dia memegang jabatan yang mengawasi dan mengkoordinasi CIA, NSA dan badan spionase AS lainnya.
Coats diketahui mendukung kesimpulan komunitas intelijen AS soal Rusia telah mencampuri pilpres 2016 yang memenangkan Trump.
Coats tidak sepakat dengan keputusan Trump untuk menggelar pembicaraan tertutup selama dua jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia pada Juli 2018 lalu.




