Dia membakar Damaskus sampai ke atap-atapnya, masuk ke Romawi, India dan daerah yang ada di antara keduanya. Umurnya panjang hingga Allah mematikannya, dan berpencaranlah anak-anaknya di berbagai negeri.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW:
إِنَّ بَنِي قُنْطُوْرَاءَ أَوَّلُ مَنْ سَلَبَ أُمَّتِيْ مُلْكَهُمْ.
“Sesungguhnya Bani Qunthura’ adalah yang pertama kali merampas kerajaan umatku.”
Ibnu Hajar menjelaskan seakan-akan maksud dari sabdanya “umatku” adalah umat secara nasab, bukan umat dakwah, yaitu bangsa Arab. Wallaahu a’lam.
Dengan penjelasan di atas, maka sesungguhnya bangsa Tatar yang muncul pada abad ke-7 Hijriyyah adalah bangsa Turk, karena sifat-sifat yang disifatkan untuk bangsa Turk sesuai dengan bangsa Tatar (Mongolia).
Kemunculan mereka terjadi pada masa Imam an-Nawawi. Beliau berkata tentang mereka dalam “Shahiih Muslim”. “Peperangan dengan bangsa Turk didapati dengan segala sifat mereka yang diungkapkan oleh Nabi SAW: Mata mereka kecil (sipit), muka mereka merah, hidung mereka kecil (pesek), muka mereka seperti tameng yang dilapisi kulit, memakai terompah dari bulu, mereka didapati dengan sifat-sifat tersebut pada masa kami, kaum muslimin telah memerangi mereka beberapa kali dan sekarang pun mereka memeranginya.”











